
Sosial
Selasa, 11 Juni 2024
Senin, 03 September 2018
TAWURAN
Tawuran
antar pelajar yang ada di Indonesia saat ini sudah menjadi agenda rutin dan
sepertinya sudah membudaya dalam kalangan mereka. Banyak tawuran yang terjadi
antar sekolah hanya karena dendam dari alumni yang tidak terbalas dan akhirnya
menjadi budaya turun-temurun yang susah untuk dihapuskan atau dihilangkan dari
sekolah tersebut. Apabila tawuran tetap ditumbuhkembangkan dikalangan pelajar
maka akan menimbulkan dampak negatif berupa kerugian. Tidak hanya bagi mereka
para pelajar dan sekolah dan sekolah yang bersangkutan, namun juga masyarakat
sekitar, kerugian tersebut antara lain :
a. Kerusakan
tempat tawuran/material
Dalam
kerusakan ditempat mereka melakukan aksi tersebut kebanyakan dari para pelaku
tawuran tidak mau bertanggung jawab atas kerusakan yang mereka timbulkan.
Biasanya mereka hanya lari setelah puas melakukan tawuran. Contohnya pecahnya
kaca mobil, perusakan fasilitas umum, pembakaran ban ataupun kendaraan
bermotor.
b. Rusaknya
citra baik sekolah
Pencitraan
yang baik yang telah dibangun oleh para perangkat sekolah baik itu kepala
sekolah, jajaran guru dan karyawan, serta prestasi yang diraih oleh murid yang
lain akan pudar dan sirna apabila murid-murid lain amsih mempertahankan tradisi
tawuran. Akibatnya ditahun ajaran berikutnya peminat calon murid baru akan
berkurang.
c. Adanya
korban jiwa
Tawuran
antar pelajar selain merugikan secara material juga mengakibatkan adanya korban
jiwa. Misalnya tawuran antar pelajar yang menggunakan senjata tajam seperti,
batu, clurit dan senjata tajam lainnya menyebabkan adanya korban luka baik
korban luka ringan maupun berat dan bisa juga ada korban meninggal.
d. Dampak
psikis
Contohnya
keresahan masyarakat dan traumatik keresahan masyarakat ini akan menimbulkan
rasa tidak percaya terhadap generasi muda yang seharusnya menjadi agang
perubahan bangsa. Selain keresahan itu, traumatik bisa dialami oleh masyarakat
yang ada dilokasi saat ada tawuran. Masyarakat akan menjadi takut dan tidak
berani lagi berhadapan dengan kelompok pelajar.
e. Rasa
malu orang tua dan pihak sekolah atas ketidakberhasilan mendidikan anak
didiknya.
f. Proses
pembelajaran yang tertunda, dikarenakan skorsing ataupun dikeluarkan dari
sekolah.
g. Dipenjarakan.
PENGARUH HP TERHADAP DUNIA NYATA
Dimasa modern sekarang
ini, tentunya anda tidak asing dengan yang namanya gadget atau yang sering kita
sebut dengan Handphone. Dari kalangan muda bahkan sampai yang sudah tua. Di era
modern ini banyak anak-anak sekolah dasar yang sudah paham mengenai Handphone.
Banyak orang tua yang membelikan handphone kepada anak-anak mereka yang masih
dibawah umur atau masih terlalu muda untuk menggunakannya.
Dijaman sekarang ini,
anak-anak kecil sudah banyak yang handal dalam menggunakan teknologi handphone,
mereka sudah mahir dalam menggunakan handphone. Handphone memiliki kebaikan dan
keburukan bagi anak-anak maupun bagi masyarakat. Kebaikan dari penggunaan
handphone adalah kita bisa lebih mengenal bayak orang melalui sosial media
seperti facebook, instagram, tweet, dan lain-lain. Sedangkan keburukan dari
penggunaan handphone tersebut yaitu anak-anak jadi malas belajar karena mereka
lebih asik bermain game bersama teman-teman mereka, ketika ada orang-orang
sedang berkumpul kebanyakan mereka lebih memilih untuk main hp sendiri-sendiri
( mendekatkan yang jauh,menjauhkan yang dekat).
Oleh karena itu kita
harus bisa membatasi penggunaan handphone dalam kehidupan kita sehari-hari,
jika terlalu sering menggunakan handphone maka yang terjadi bisa saja mata kita
menjadi minus, mata merah, mata mudah berair.
KENAKALAN REMAJA DAN KEGEMARAN BERKELAHI SECARA MASSAL DI KOTA-KOTA BESAR
Kejahatan dan kenakalan remaja tidak
dapat dilepaskan dari konteks kondisi sosial budaya zamannya. Sebab setiap
periode sifatnya khas dan memberikan jenis tantangan khusus kepada generasi
mudanya, sehingga anak-anak muda ini mereaksi dengan cara yang khas pula
terhadap stimuli sosial yag ada. Kenakalan remaja pada zaman itu pada umumnya
berupa penodongan disekolah-sekolah untuk mendapat ijazah, dan penonjolan diri
yang berlebihan bak “pahlawan kesiangan”. Lebih serius dari kejadian tersebut
hampir tidak pernah terjadi. Hal ini disebabkan masih kuatnya sanksi-sanksi
masyarakat ditambah tingginya citra perjuangan dan semangat berkorban untuk
mengisi kemerdekaan. Tidak hanya keberandalan dan kejahatan yang dlakukan oleh
orang-orang muda pada periode ini. Seandainya pun ada, kejadian tersebut tidak
sampai menjadi masalah sosial yang sulit dipecahkan.
Judul : Kenakalan Remaja
Pengarang : Dr Kartini Kartono
Penerbit : Raja Grafindo Persada
Alamat : Jl. Raya Leuwinanggung No 112
Kel.Leuwinanggug, Kec.Tapos, Kota Depok 16956
Kejahatan dan kenakalan remaja
tersebut erat berkaitan dengan makin derasnya arus urbanisasi dan semakin
banyaknya jumlah remaja desa yang bermigrasi ke daerah perkotaan tanpa jaminan
sosial yang mantap, ditambah sangat sulitnya mencari pekerjaan yang cocok
dengan ambisi mereka. Sampai pada akhirnya mereka dipaksa menerima benuk-bentuk
pekerjaan dibawah harapan semula yang semakin menambah rasa kekecewaan dan
frustasi mereka. Kondisi sulit tersebut masih ditambah dengan semakin
meningkatnya tuntutan hidup di kota, disamping nafsu konsumerisme yang tinggi
yang irrasional dan tidak imbang dengan kemampuan sosial ekonomi mereka.
Selanjutnya kenakalan dan kejahatan anak-anak remaja itu tidak hanya melibatkan
anak-anak putus sekolah dan drop-out saja, akan tetapi juga berjangkit
dikalangan anak-anak remaja yang masih aktif belajar di sekolah-sekolah
lanjutan,akademi,dan perguruan tinggi.
Pada tahun 1970-an kenakalan remaja
dikota-kota besar ditana air sudah menjurus pada kejahatan yang lebih serius,
antara lain berupa tindak kekerasan,penjambretan secara terang-terangan disiang
hari,penggaronga,perbuatan seksual dalam benuk perkosaan beramai-ramai sampai
melakukan pembunuhan,dan perbuatan kiminal lainnya yang berkaitan dengan
kecanduan bahan narkotik.
Kelebian dari buku ini adalah
menggunaan bahasa yang mudah untuk dimengerti, sedangkan kekurangannya yaitu
masih ada kata yang menyambug atau tidak pakai spasi sehingga jadi kata yang
tidak baku.
Langganan:
Postingan (Atom)


